يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً 

“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul serta ulil amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (As Sunah) jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik untuk kalian dan lebih bagus hasilnya.”

(QS. An Nisaa’ [4]: 59)

Minggu, 06 Juni 2010

SYAIR KEPADA SANG KEKASIH

Wahai manusia yang tidak sekalipun mengenakan sutera,
Yang tidak pernah sejeda pun
membaringkan raga pada empuknya tilam
Wahai kekasih yang kini telah meninggalkan dunia,
Ku tau perut mu tak pernah kenyang
dengan pulut lembut roti gandum
Duhai, yang lebih memilih tikar sebagai alas pembaringan
Duhai, yang tidak pernah terlelap sepanjang malam
karena takut sentuhan neraka Sa’ir
(Siti Aishah ra)


Wa lam tazal ummuhû tarâ anwâ’an min fakhrihî wa fadhlihî,
ilâ nihâyati tamâmi hamlih
Falammâsy-tadda bihâth-thalqu bi-idzni rabbil khalqi,
wadha’atil habîba shallallâhu ‘alaihi wa sallama sâjidan syâkiran hâmidan ka-annahul badru fî tamâmih
(Dan sang ibunda tiada henti melihat bermacam tanda kemegahan dan keistimewaan sang janin,
hingga sempurnalah masa kandungannya.
Maka ketika sang bunda telah merasa kesakitan,
dengan izin Tuhan, Sang Pencipta makhluk, lahirlah KEKASIH ALLAH, Muhammad SAW,
dalam keadaan sujud, bersyukur, dan memuji,
dengan wajah yang sempurna, laksana purnama).
(maulid)

Betapa beruntung orang-orang yang mencintainya dengan cara apa pun,,
Dialah sosok yang sempurna makna dan bentuknya,,,
yang kemudian dipilih menjadi kekasih Sang Penghembus Angin Sepoi...
Pengungkapan kebaikannya terjaga dari kemusyrikan, ,,
maka mutiara keindahannya tak terbagi....
Tinggalkanlah apa yang dikatakan kaum Nasrani tentang nabinya,,, 
dan pujilah ia (Rasulullah) semaumu asal masih dalam batasan hukum itu....
Maka nisbatkanlah kemuliaan dan keagungan apa pun yang kau kehendaki kepadanya...
(Imam Bushairi




JELATANG




Salam Penuh Cinta Untuk Semua PeCinta-Nya

Sabtu, 05 Juni 2010

HARUSKAH KAMI MENJADI......



haruskah kami menjadi...


bagian dari peristiwa ini...
bukankah seharusnya kami bermain...
belajar...
membaca...berhitung...
tertawa gembira lepas berlari-lari ditengah taman...
bukan berlari melesat menghindari letupan-letupan...

 
dimana bola yang harus kami kejar...
kami hanya mendapatkan butiran-butiran peluru disini...
kami ingin bermain perang-perangan..
tapi sambil tertawa...berlari kegirangan...
bukan menyelamatkan diri dengan ketakutan...
mana senjata plastik mainan??..
kenapa kami mendapatkan alat pembunuh dari besi???...

ini terlalu berat...
kami tak mampu mengangkatnya...
kami juga takut memakainya...
tapi kami harus...
membunuh...
atau mati dibunuh...



ya...kami adalah tentara kecil...
kami hanya berpura-pura tak menyadarinya...
terpaksa harus membuat orang tua kami bangga...
berjalan melangkah maju tanpa rasa takut...
agar kami terlihat hebat....


seandainya kalian mengerti...
akan ketakutan yang setiap detik menghantui...
kami hanya berusaha bertahan....
agar satu menit yang akan datang kami masih hidup...
masih bisa berdiri...
disini...melihat airmata ibu kami...
melihat setiap darah yang tercecer dari tubuh kami...
melihat nyawa demi nyawa teman kami yang pergi...


                                                                                                                                                                                      kami hanya berdo'a...hari demi hari...
agar sekiranya para orang tua berhenti bermain
...biarkan kami yang menggantikan...
kami saja yang menunjukan permainan...
menunjukan rasa cinta...
yang tak dimiliki oleh bapak- ibu kami....



jangan bunuh kami lebih banyak lagi...
jangan gunakan kami lebih kejam lagi...
kami hanya ingin bermain...
seperti layaknya anak-anak seumur kami pada umumnya...



tidak kah kalian dengar teriakan kami...
kami bukan sedang gembira....
kami menangis...
ketakutan...
bukan tertawa ceria....
tolong dengarkan bisikan lirih kami...
TOLONG HENTIKAN PERANG INI....



JELATANG 



Salam Penuh Cinta Untuk Semua PeCinta-Nya