يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواْ أَطِيعُواْ اللّهَ وَأَطِيعُواْ الرَّسُولَ وَأُوْلِي الأَمْرِ مِنكُمْ فَإِن تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللّهِ وَالرَّسُولِ إِن كُنتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلاً 

“Hai orang-orang yang beriman taatilah Allah dan taatilah rasul serta ulil amri di antara kalian. Kemudian apabila kalian berselisih tentang suatu perkara maka kembalikanlah kepada Allah (al-Qur’an) dan rasul (As Sunah) jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Hal itu lebih baik untuk kalian dan lebih bagus hasilnya.”

(QS. An Nisaa’ [4]: 59)

Selasa, 03 April 2012

Sekilas Tentang Azazil


“Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat: Sujudlah kamu kepada AdaM, lalu mereka sujud melainkan iblis, dia adalah berasal dari golongan jin…” (Qs. Al-Kahf: 50)

Iblis pada awalnya bernama Azazil dan tinggal di bumi. Azazil adalah makhluk yang taat kepada Allah. Dia menyembah Allah selama 1000 tahun, lalu Allah swt mengangkatnya ke langit pertama. Di langit pertama, Azazil beribadah menyembah Allah swt selama 1000 tahun. Kemudian dia diangkat ke langit kedua. Begitu seterusnya hingga akhirnya dia diangkat menjadi imam para malaikat.

Azazil adalah imam kepada kepada seluruh malaikat. Ibadahnya kepada Allah banyak. Ada riwayat yang menyatakan Azazil beribadah kepada Allah selama 80,000 tahun dan tiada tempat di dunia ini yang tidak dijadikan tempat sujudnya ke hadrat Allah.

Dalam sebuah riwayat menceritakan, malaikat Israfil melihat yang tersurat di Lauh Mahfuz ada tercatat :
“Adanya satu hamba Allah yang beribadah selama 80,000 tahun tetapi hanya kerana satu kesalahan, maka ibadah hamba itu tidak diterima Allah dan hamba itu terlaknat sehingga hari Kiamat”

Maka menangislah Israfil karena bimbang setelah membaca tentang makhluk yang tersurat di Lauh Mahfuz itu. Khawatir bahwa makhluk itu adalah dirinya. Maka diceritakanlah oleh Israfil kepada semua malaikat tentang pengalamannya melihat apa yang tersurat di Lauh Mahfuz. Maka menangislah sekalian malaikat karena takut dan bimbang akan nasib mereka. Lalu semua malaikat datang menemui Azazil yang menjadi imam para malaikat,  memintagar Azazil mendoakan keselamatan dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat. 

Azazil pun mendoakan keselamatan di dunia dan akhirat kepada seluruh malaikat dengan doa :
“Ya Allah, Janganlah ENGKAU murka terhadap mereka (para malaikat)”
Tapi Azazil lupa untuk mendoakan keselamatan untuk dirinya. Selepas mendoakan semua malaikat, Azazil terus menuju ke surga. Di atas pintu surga, Azazil melihat suratan tentang :
“Ada satu hamba dari kalangan hamba-hamba Allah yang muqarrabin yang telah diperintahkan Allah untuk mengerjakan suatu tugas, tapi hamba tersebut mengingkari perintah Allah. Lalu dia tergolong dalam golongan yang sesat dan terlaknat”

Lalu Allah Menciptakan Adam AS, dan memerintahkan malaikat untuk sujud menghormat kepada Adam AS. Azazil, sebagai imam para malaikat, sepatutnya lebih dulu bersujud memimpin para malaikat. Tetapi, dia menolak, karena dia merasa bahwa dirinya lebih baik dari pada Adam AS. Sementara para malaikat lain sujud tanpa dipimpin oleh Azazil.

Bukan saja dia enggan sujud, bahkan Azazil sombong dan menjawab kepada Allah :
“Dan (ingatkanlah peristiwa) ketika Kami berfirman kepada malaikat:Sujudlah kamu kepada Adam; maka mereka sujud, melainkan iblis; dia berkata: Patutkah aku sujud kepada (makhluk) yang Engkau jadikan dari tanah?” (QS. Israa: 61)

Keengganan sujud ini terlahir dari hasad dengki iblis Azazil, yang irihati apabila Allah hendak mengangkat Nabi Adam sebagai khalifah di bumi kerana ia dijadikan dari api sedangkan Adam AS dijadikan dari tanah yang busuk dan melekat. Ia durhaka kepada Allah, takabur dan lupa diri.

Maka tersingkirlah Azazil dari surga. Namanya diubah menjadi Iblis. Apabila Iblis diturunkan ke bumi, dia berjanji akan menyesatkan manusia serta seluruh keturunannya.

“Dia berkata lagi: Khabarkanlah kepadaku, inikah orangnya yang Engkau muliakan mengatasiku? Jika Engkau beri tempoh kepadaku hingga hari kiamat, tentulah aku akan memancing menyesatkan zuriat keturunannya, kecuali sedikit (di antaranya) (QS. Israa: 62)

“Allah berfirman (kepada iblis): Pergilah (lakukanlah apa yang engkau rancangkan)! Kemudian siapa yang menurutmu di antara mereka, maka sesungguhnya Neraka Jahanamlah balasan kamu semua, sebagai balasan yang cukup.” (QS. Israa: 63)

JELATANG


 Salam Penuh Cinta Untuk Semua PeCinta-Nya